Home Konsultasi Kesehatan Pola Makanan Apa yang Cocok Untuk Ibu Hamil 8 Bulan Ketika Berpuasa?

PostHeaderIcon Pola Makanan Apa yang Cocok Untuk Ibu Hamil 8 Bulan Ketika Berpuasa?

Dari: Ibu Ria Febrita
Kota: Darmstadt

Salamualaikum Pak Tomi, pertama makasih dulu ada wadah seperti ini. Saya lagi hamil 8 minggu, saya mau puasa niy, udah nyoba tapi gak berhasil lemah sekali dan pusing, ujung2nya seharian badan gak enak. Makanan apa ato pola apa yang sebaiknya saya lakukan supaya niat saya puasa bisa tercapai. Terimakasih sebelumnya.

 

 

Jawaban

Assalamualaykum wr wb

Alhamdulillah wa sholatu wa salam ‘ala Rasulillah SAW.

Terima kasih sebelumnya kepada ibu Ria Febrita atas pertanyaan yang telah diberikan.

Masalah puasa pada kehamilan hukum dasarnya dalam agama islam tidak diwajibkan, dengan beberapa ketentuan yang mengikutinya termasuk bagaimana jika seorang wanita hamil atau menyusui memang ingin sekali berpuasa wajib Ramadhan. Hukumnya menurut ajaran islam dapat ibu Ria telusuri dari berbagai sumber kajian fiqh puasa yang saat ini sangat banyak dan mudah didapat. Insya 4JJI dalam kesempatan ini kita akan lebih banyak membahas dari sisi tinjauan medis.

Bagaimana dari tinjauan medisnya? 

Pertama saya ingin ucapkan selamat dahulu kepada ibu Ria dan suami atas kehamilan ibu Ria saat ini. Semoga 4JJI WT memudahkan proses kehamilan dan persalinan dari ibu Ria serta berkenan menjadikan bayi yang dikandung menjadi anak yang sehat dan baik dalam semua aspeknya dan kelak menkadi anak yang berguna bagi islam dan ummat manusia. Amin.

Bicara masalah kehamilan otomatis kita harus melihat dari 2 aspek utama yaitu aspek ibu dan aspek anak yang dikandungnya. Kehamilan sendiri merupakan proses yang normal, bukan merupakan kondisi sakit. Pada kehamilan, seorang wanita mengalami berbagai perubahan fungsi tubuh yang sifatnya normal untuk beradaptasi terhadap adanya “Pendatang Baru” yang selama masa 9 bulan akan bertempat tinggal dan tumbuh menjadi manusia sempurna dalam rongga rahim.

Berkaitan dengan pertanyaan dari ibu Ria mengenai puasa dan pola makan yang baik saat puasa bagi ibu hamil, maka pertama kali saya akan mengajak ibu Ria untuk sedikit dapat melihat perubahan apa yang terjadi dalam kehamilan baik bagi ibu maupun janinnya dalam masalah ini.

Seorang ibu hamil tentunya memerlukan peningkatan asupan gizi yang berguna untuk menunjang jalannya fungsi normal dari tubuh si ibu sendiri dan sekaligus juga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang janin dalam kandungannya. Kebutuhan ini tentunya bersifat dinamis, artinya berubah-ubah sesuai dengan masa kehamilan tertentu. Kenapa bisa demikian? Karena setiap masa kehamilan, tubuh dan janin memerlukan kebutuhan khusus untuk dapat berfungsi dan tumbuh secara baik.

Menurut pandangan ilmu gizi, kebutuhan asupan gizi ibu hamil secara umum dalam masa kehamilannya dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Kalori. Zat ini dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta, serta pembentukan enzim dan hormon yang mengatur petumbuhan janin. Kalori ini diperlukan juga bagi tubuh si ibu itu sendiri untuk dapat berfungsi secara baik. Berapa jumlah yang dibutuhkan? Umumnya selama masa kehamilan 6 bulan pertama tidak terdapat peningkatan kebutuhan yang bermakna dari kondisi pada saat si ibu tidak hamil. Peningkatan kebutuhan sekitar 200 Kalori perhari diperlukan saat usia kehamilan antara 6-9 bulan. 200 Kalori tersebut dalam keseharian dapat diwakilkan dengan 1 toast sandwich keju.
  2. Protein yang banyak terdapat pada daging, keju, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu dan tempe, berguna untuk membangun sel-sel baru janin (sel darah, kulit, rambut, kuku, dan jaringan otot). Protein buat sang Ibu juga memiliki fungsi sama yaitu sebagai zat pembangun. Kebutuhan selama kehamilan tidak jauh berbeda dengan saat sebelum hamil. Bagi wanita asia umumnya, usia 19-49 tahun perhari diperlukan protein sebanyak 50 Gram. Pembagian lebih rinci 50 Gram tersebut menurut sumber proteinnya adalah 9 Gram protein ikan, 6 Gram protein hewan dan antara 35-40 Gram dari sumber nabati/tumbuhan.
  3. Vitamin. Banyak jenis vitamin diperlukan selama kehamilan dalam jumlah tertentu daintaranya : Vitamin A untuk pertumbuhan janin yang dibutuhkan dalam jumlah tertentu saja dan tidak berlebihan karena dapat berbahaya bagi kesehatan janin. Sangat dianjurkan untuk menkonsumsi vitamin A yang bersumber dari sayur dan buah-buahn seperti mangga, tomat, wortel dan aprikot. Sumber-sumber vitamin A lainnya masih sangat banyak dan dapat ibu Ria telusuri dengan mudah; vitamin B1 dan B2 serta niasin untuk proses metabolisme tubuh; Vitamin B6 dan B12 untuk mengatur penggunaan protein; Vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi selama hamil atau mencegah anemia; Vitamin D pada susu dan olahannya serta kacang-kacangan, menopang pembentukan tulang, gigi, serta persendian janin dan Vitamin E untuk pembetukan sel-sel darah merah serta melindungi lemak dari kerusakan.
  4. Mineral, Asam folat dan seng dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, brokoli, serta wortel untuk pembentukan susunan saraf pusat dan otak janin. Kedudukan mineral disini dangat penting berkaitan karena mineral juga membantu proses tumbuh kembangoragan bayi. Contoh perna penting yang perlu diingat adalah yang dimainkann oleh Asam Folat yang dibutuhkan oleh ibu hamil sebanyak 400 µg perhari dengan tujuan mencegah terdapatnya kerusakan pembentukan susunan syaraf pada bayi. Selama hamil juga dianjurkan makan banyak serat dan minum air putih.

Penting juga untuk diingat bahwasanya selama kehamilan kenaikan berat badan ibu dapat menjadi penentuan kecukupan gizi. Walaupun tidak langsung berkaitan dengan beratbadan janin yang dilahirkan akan tetapi biasanya seorang ibu hamil yang sehat dapat mengalami kenaikan berat badan selma kehamilan sebesar 8-15 Kg yang bervariasi menurut pola individual tergantung pada berat badan sebelumya, ras, usia dan pola makan.

Kalau dilihat sepintas sangat rumit...tapi sebenarnya tidak terlalu rumit. Yang perlu untuk dijadikan perinsip bagi ibu hamil adalah dia memiliki pola makan yang terukur. Maksudnya terukur adalah tahu kebutuhannya dan kemudian memenuhinya. Saat ini berbagai artikel juga banyak ditemui untuk dapat mengetahui berbagai sumber makanan yang mengandung bahan yang diperlukan. Ada sebuah pedoman sederhana untuk dapat menjadi patokan yang lebih singkat bagi ibu hamil dalam memantau kondisi makannya. Pedoman tersebut adalah :

  1. Konsumsi makanan yang banyak mengandung Asam Folat. Ingat kebutuhan selama 12 pekan I kehamilan untuk Asam Folat sebanyak 400µg perhari.
  2. Lakukan pola makan yang seimbang bagi kehamilan, yaitu :
  • Makan makanan sumber karbohidrat secukupnya. Peningkata kebutuhan baru terjadi pada masa 3 bulan terakhir kehamilan
  • Makan banyak buah dan sayuran
  • Jika memang hendak menggunakan suplementasi makanan atau vitamin maka gunakan suplemen makanan dan vitamin yang memang dikhususkan untuk kondisi kehamilan
  • Susu dan produknya (keju, yoghurt dll) yang telah diproses pasteurisasi sangat baik untuk kehamilan
  • Makan cukup makanan yang mengandung protein
  • Jangan terlalu banyak makan makanan manis dan berlemak
  • Minum setidaknya 1-1.5 L cairan perhari (utamanya air bening, jus buah atau dapat pula dari susu atau makanan cair)
  1. Jangan makan hati karena banyak mengandung Retinol (Vitamin A Hewani), dan makan-makanan yang tidak dimasak/diolah sempurna (Setengah matang)
  1. Tidak boleh merokok dan minum Alkohol
  2. Perhatikan kenaikan berat badan

Bagaimana kaitannya dengan puasa? Puasa pada hakikatnya bukanlah perubahan kondisi kondisi yang ekstrim. Dalam puasa yang terjadi sebenarnya adalah pengaturan sementara pola makan yang ada menuruti ketetapan 4JJI SWT sebagai Yang Maha Menciptakan. Penting untuk diingat disini bahwasanya 4JJI sebagai Yang Maha Menciptakan segala sesuatu pastilah mengetahui pula apa yang terbaik untuk mahluk-Nya. Termasuk dalam maslah puasa ini. Segala aturan sudah lengkap tinggal melaksanakannya saja.

Nah...untuk ibu hamil sebenarnya puasa tidak dilarang asalkan kondisi kesehatan yang ada menunjang untuknya. Apa maksudnya menunjang? Hal-hal diatas yang telah kita bicarakan sebenarnya merupakan sebuah standard medis bagi kehamilan tanpa resiko atau katakan saja terjadi pada seorang ibu yang sebelum kondisi kehamilan memiliki status kesehatan yang baik. Kalau memang demikian adanya, dan saya berharap kondisi ibu Ria seperti ini, insya 4JJI masalah puasa memang masalah penyesuaian pola makan saja. Pola makan yang disesuaikan berkaitan lebih utama dengan waktu dan cara makan. Masalah jenis makanan dan zat nutrisi yang terkandung didalamnya adalah sebuah ketetapan yang harus dipenuhi.

Tinjauan medis mengatakan bahwa sebaiknya dalam memenuhi peningkatan kebutuhan asupan gizi yang ada ibu hamil melakukannya secara bertahap. Prinsipnya makan sedikit-sedikit tetapi sering lebih diutamakan dibandingkan makan besar sekaligus. Selain itu perlu diperhatikan perubahan umum yang terjadi dalam kehamilan seperti betambahnya berat badan yang sebagian besarnya terdiri dari cairan maka nilai Hb dalam darah bisa menurun karena terjadi pengenceran. Selain itu peningkatan kadar beberapa hormon dalam tubuh yang penting untuk mempertahankan serta membantu proses tumbuh kembang dalam kehamilan itu sendiri juga berpengaruh pada fungsi tubuh ibu. Mengatasi hal ini tidaklah rumit dan jangan dianggap memberatkan karena memang kehamilan adalah proses yang normal. Masalah pengaturan makan dalam puasa seperti yang ibu Ria katakan menurut pandangan medis tinggal memerlukan pengaturan waktu makan seperti makan sedikit-sedikit tetapi lebih sering pada waktu malam hari dan juga jenid makanan yang dikonsumsi harus lebih memperhatikan faktor kebutuhan karena ketika ibu hamil makan sesukanya tapi tidak memperhatikan kebutuhan semestinya bisa jadi dia merasakan kenyang akan tetapi kebutuhan nutrisi kehamilannya tidak terpenuhi. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan kebutuhan nutrisi yang ada.

Mengenai perubahan yang memang normal terjadi dan pengaruhnya pada kehamilan seperti peningkatan hormaon yangbiasanya akan membuat si ibu jadi lebih seirng mual dan bahkan dapat diserang penyakit lambung, sangat saya sarankan kepada ibu Ria dalam hal ini untuk berkomunikasi lebih intensif kepada dokter kebidanan yang menjadi penyedia jasa kesehatan keluarga ibu. Pada umunya setiap tenaga medis ketika menghadapi kasus kehamilan dengan kondisi sehat akan lebih banyak memotivasi kepada pengguna jasa pelayanan kesehatan untuk dapat melakukan langkah-langkah preventif dan menggunakan kemampuan tubuh sendiri untuk mempertahankan fungsi normalnya sebelum akhrinya beralih kepada tindakan kuratif.

Perlu juga saya tambahkan disini bahwa faktor olahraga atau gerak badan bagi ibu hamil jangan sampai dilupakan karena hal inipun dapat membantu tubuh untuk lebih mengaktifkan proses metabolismenya dan dengan sendirinya akan meningkatkan jumlah turnover zat-zat makanan yang diperlukan tubuh serta membuang zat-zat sisa yang tidak diperlukan lagi. Olahraga yang diperlukan bagi ibu hamil tentunya olahraga yang telah disesuaikan dimana lebih ditekankan pada kegiatan yang membtuhkan banyak oksigen dibandingkan penguatan otot dan juga intensitas ringan dan bertahap. Jalan pagi santai selama 1 jam atau menjelang berbuka dapat menjadi aktivitas pilihan yang cukup enak.

Insya 4JJI ini yang saya dapat sarankan untuk saat ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dan atau kekurangan yang disebabkan karena kelemahan saya sendiri. Selamat menjalani masa kehamilan yang indah dan semoga sekali lagi ridho dan rahmat 4JJI tercurah selalu kepada ibu Ria dan keluarga.

Wassalamualaykum wr wb

Susatyo JP