Home Konsultasi Kesehatan Pengaruh Lotion Pada Ibu Hamil

PostHeaderIcon Pengaruh Lotion Pada Ibu Hamil

Dengan hormat,

Saya ingin bertanya :
1.    Apakah ada pengaruh pemakaian body lotion, pelembab (make up   pada calon bayi saya ( kehamilan usia 4 - 5 bulan )
2.    Apakah saya boleh berpuasa ? apa tidak membahayakan proses perkembangan bayi dalam  tubuh ?

Terima kasih

Pertanyaan: Tri

 

***

 

Jawaban:

Assalamu´alaikum wr.wb,

Ibu Tri yang baik, berikut jawaban saya untuk pertanyaan ibu.

Pertanyaan pertama:

Produk-produk kosmetik mengandung bahan-bahan kimia yang oleh sebagian ibu hamil dikhawatirkan dapat mengganggu perkembangan janin.  Kekhawatiran itu memang beralasan karena ada beberapa bahan yang diuji coba pada binatang dilaporkan dapat menimbulkan kecacatan.  Dybutil phtalate (DBP) yang sering digunakan pada produk kuteks (cat kuku) dan kosmetika lainnya, diketahui dapat menimbulkan gangguan perkembangan seksual pada tikus jantan karena menekan hormon androgen, serta pada dosis yang lebih tinggi menimbulkan pembesaran hati dan ginjal, juga cacat tulang belakang pada tikus betina. Diethanolamine (DEA) yang terdapat pada sampo dan krim tabir surya dilaporkan menyebabkan gangguan kapasitas memori pada tikus.

Namun, apakah hasil itu bisa langsung disamakan dengan penggunaan bahan tersebut untuk kosmetika pada manusia? Tentu tidak bisa begitu saja ditarik kesimpulan tersebut.  Pertama, efek pada hewan coba dapat berbeda pada manusia.  Kedua, toksik atau tidaknya bahan tersebut juga tergantung pada kadarnya dalam kosmetika.  Ketiga, kadar senyawa toksik yang masuk ke tubuh sangat tergantung dengan cara pemakaiannya, misalnya jika dengan disuntikkan kadarnya akan lebih tinggi dalam darah dibandingkan dengan dioleskan di kulit. 

Sayang sekali, penelitian mengenai efek suatu obat/senyawa kimia pada ibu hamil sangat jarang dilakukan.  Hal ini tentu mudah dimengerti karena secara etik dan teknis, penelitiannya sulit dilakukan. 

Secara umum, penggunaan kosmetika selama hamil tidak berbahaya.  Beberapa penelitian melaporkan tidak ada perbedaan outcome kehamilan (seperti usia kehamilan saat melahirkan, berat lahir bayi, risiko melahirkan dengan bantuan alat/ operasi, kecacatan, risiko kanker pada bayi) antara wanita hamil pengguna kosmetik atau pekerja di bidang kecantikan dengan yang tidak menggunakan kosmetik.

Sebuah penelitian yang menarik pada ibu hamil melaporkan bahwa penggunaan produk pemutih kulit yang mengandung steroid potensi tinggi dapat meningkatkan risiko berat plasenta yang lebih rendah dan berat lahir bayi yang lebih rendah.  Pada penelitian ini, terdapat 69% ibu hamil yang menggunakan produk pemutih kulit  dan dari kelompok ini 40% menggunakan produk yang mengandung steroid potensi tinggi (0,05% clobetasole propionate).

Berkaitan dengan produk pemutih kulit, harus juga berhati-hati (tidak hanya ibu hamil) akan banyaknya produk-produk kecantikan yang tidak jelas yang mungkin mengandung merkuri.

Telitilah sebelum membeli, jangan lupa perhatikan label komposisi pada kemasan.  Sebaiknya jangan membeli produk yang sama sekali tidak mencantumkan komposisi pada label.  Yang membuat sulit adalah banyak produsen kosmetik yang nakal, tidak mencantumkan senyawa kimia yang berbahaya pada label komposisi.

Sebagai tambahan, walaupun DBP dan DEA dalam kosmetika dinyatakan aman untuk wanita hamil, apalagi saat ini konsentrasinya sudah semakin diturunkan, jika ibu masih merasa kuatir ada beberapa produk sejenis yang tidak mengandung senyawa ini. 

Pertanyaan kedua:

Usia kehamilan 5 bulan adalah termasuk trimester kedua dalam kehamilan.  Trimester kedua adalah masa ternyaman untuk ibu hamil karena biasanya rasa mual dan muntah juga pusing yang sering dialami pada trimester pertama sudah menghilang, selain itu kandungan pun belum besar seperti pada trimester ketiga sehingga aktivitas relatif tidak terganggu. 

Beberapa penelitian melaporkan tidak ada efek yang berbahaya bagi ibu hamil yang sehat untuk berpuasa di bulan Ramadan. Tidak ada perbedaan aliran darah pada pembuluh darah yang menghubungkan ibu dan janin,  perkembangan janin dalam kandungan, usia kehamilan saat lahir, berat lahir bayi, skor Apgar, dan IQ anak di kemudian hari, antara kelompok ibu hamil yang berpuasa dan tidak berpuasa. 

Penelitian terbaru melaporkan adanya penurunan rasio LDL (kolesterol jahat)/HDL (kolesterol baik) yang berarti baik untuk proteksi penyakit jantung dan pembuluh darah.  Namun, penelitian yang sama juga melaporkan peningkan hormon kortisol (hormon stress) pada ibu hamil yang berpuasa.

Efek negatif lain yang dilaporkan adalah adanya penurunan fetal breathing movements  (FBM) pada ibu hamil yang berpuasa. FBM merefleksikan perkembangan fungsi sistem saraf janin.

Secara umum, puasa Ramadan tidak memiliki efek negatif yang berarti terhadap kehamilan pada ibu hamil yang sehat, tanpa masalah/komplikasi.  Jika ibu bisa mempertahankan asupan makanan yang sehat selama berbuka serta beristirahat yang cukup ibu dapat saja berpuasa.

Demikian jawaban yang bisa saya sampaikan untuk dua pertanyaan dari ibu. Semoga berkenan dan bermanfaat.

Wassalamu´alaikum wr.wb.

Nenden R.Birowo