Home Konsultasi Kesehatan Antara Anemia, Leukimia dan Puasa

PostHeaderIcon Antara Anemia, Leukimia dan Puasa

Pertanyaan:
Beberapa hari saya mengalami demam, tapi ini terjadi kalau malam hari saja. Ini berlangsung sekitar 3 hari kemudian hilang. Kebetulan awal puasa saya mendapat haid. Setelah haid saya berpuasa tetapi ketika berpuasa saya hampir pingsan dan muka saya pucat sekali, ini terjadi 3 hari yang lalu. Saya menguatkan diri untuk tidak berbuka, dan Alhamdulillah bisa. Sekarang dan kemarin saya juga berpuasa tapi kadang-kadang suka pusing dan badan terasa ringan. Saya sudah periksa tekanan darah saya rendah dan kadar HB saya pun rendah. Apakah saya mempunyai gejala anemia? Apakah anemia bisa menyebabkan leukemia? Adakah cara alami untuk menyembuhkan kekurangan darah saya?


Terima kasih banyak sebelumnya dok,
Salam,
Dewi

 

Jawaban:

Assalamualaykum wr wb

Alhamdulillah wa sholatu wa salam ‘ala Rasulillah SAW.

Sebelumnya saya hendak ucapkan semoga 4JJI SWT memudahkan jalan bagi ibu Dewi untuk dapat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan kali ini dan semoga 4JJI SWT mengangkat semua keluhan yang berkaitan dengan kondisi kesehatn ibu Dewi.

Saya mencoba menangkap permasalahan yang ibu dewi sampaikan yakni berkaitan dengan kondisi anemia, kaitan antara anemia dan leukimia dan bagaimana mengatasai kondisi “Kekurangan darah” yang ada. Sebelumnya juga saya hendak menyampaikan terima kasih atas penjelasan kondisi yang menyertai pertanyaan ibu Dewi, walaupun memang akan lebih nyaman bagi setiap penyedia jasa pelayanan kesehatan untuk dapat bertemu langsung dan menggali informasi dari pihak yang mengalami keluhan dalam rangka memberikan penjelasan menyeluruh mengenai pemecahan masalah yang ada.


Anemia, apa itu?

Anemia didefinisikan sebagai kondisi dimana tidak terdapat cukup sel darah merah sehat untuk mengantarkan oksigen bagi keperluan metabolisme jaringan tubuh. Dalam pengertian klinis, anemia diartikan sebagai kondisi dimana konsentrasi hemoglobin atau hematokrit dalam darah kurang dari batas normal. Batas normal ini berbeda berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Untuk dewasa, laki-laki dikatakan mengalami anemia jika konsentrasi hemoglobin dalam darahnya < 14 g/dL atau hematokrit < 42%. Pada wanita dewasa angkanya untuk hemoglobin < 12 g/dL atau hematokrit < 37%. Hemoglobin ini adalah sejenis protein yang terkandungdalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pemabawa oksigen ke jaringan tubuh dan juga karbon dioksida sebagai zat sisa metabolisme tubuh dari jaringan ke paru-paru kita untuk dibuang. Hemoglobin ini yang membuat warna sel darah merah menjadi merah.

Anemia terdapat dalam berbagai macam bentuk dan dapat disebabkan oleh berbagai macam hal berkaitan dengan kondisi tubuh dan juga dapat bermanifestasi dari ringan sampai berat. Anemia sebenarnya juga merupakan gangguan darah yang cukup sering terjadi. Wanita dan penderita penyakit menahun lebih rentan terkena anemia. Anemia juga dapat merupakan tanda dari keberadaan sebuah penyakit serius sehingga setiap kali terdapat kondisi anemia ini kita disarankan untuk sesegera mungkin menghubungi penyedia jasa pelayanan kesehatan (Dalam hal ini dapat berupa dokter keluarga kita atau instansi kesehatan lain). Beberapa anemia dapat dicegah secara sederhana dengan meningkatkan konsumsi makan sehat dan beberapa memrlukan penanganan medis yang paripurna.

Beberapa gejala dari yang sering ditunjukkan orang yang mengalami anemia adalah : badan terasa lemah, kulit pucat, detak jantung relatif cepat atau tidak teratur, nafas pendek, sakit dada, pusing, sakit kepala, tangan kaki terasa dingin dan kesulitan berfikir. Pada saat awal mungkin saja gejala yang muncul dapat tidak terlalu berat tetapi seiring dengan kondisi anemia yang semakin buruk maka tanda dan gejala yang awalnya ringan tadi dapat menjadi berat.


Mekanisme dasar terjadinya anemia dalam tubuh disebabkan 3 proses uatam yaitu kurangnya produksi sel darah merah yang sehat oleh “Pabrik” nya, kehilangan sel darah merah dalam jumlah besar dan dihancurkannya sel darah merah dalam jumlah yang besar dalam tubuh itu sendiri. Beberapa sebab anemia secara lebih detil dari 3 mekanisme di atas yang sering terjadi diantarnya adalah :

  1. Anemia karena kekurangan zat besi

  2. Anemia karena kekurangan vitamin

  3. Anemia pada penyakit kronis

  4. Aplastic Anemia

  5. Anemia karena penyakit sumsum tulang

  6. Anemia hemolisis

  7. Anemia sel sabit. Bentuk sel darah merah yang tidak sempurna.

  8. Anemia bentuk lain. Jarang terjadi seperti Thalasemia dan anemia karena kerusakan struktur hemoglobin.


Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya kondisi anemia adalah :

  1. Pola makan yang tidak sehat. Dalam hal ini makanan tidak mengandung kadar zat besi, vitamin dan protein yang cukup yang diperlukan tubuh sehari-hari.

  2. Gangguan saluran pencernaan yang dapat menyebabkan gangguan peyerapan zat makanan ke dalam tubuh.

  3. Menstruasi atau perdarahan dalam jumlah banyak.

  4. Kehamilan

  5. Penyakit kronis

  6. Anemia dalam keluarga. Biasanya terdapat sejarah anemia turunan dalam keluarga.


Penyakit infeksi, penyakit darah dan sistem kekebalan tubuh, beberapa zat racun dan juga paparan terhadap obat-obatan tertentu dapat pula menyebabkan terjadinya anemia. Penyakit diabetes, ketergantungan terhadap alkohol dan pola makan vegetarian yang ketat dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya anemia.

Dalam rangka menjaga kesehatan dalam tingkata optimal sehingga kita dapat melakukan aktivitas hidup keseharian secara baik, maka kondisi anemia ini seperti telah saya sebutkan sebelumnya sebaiknya sesegera mungkin dikonsultasikan secara lengkap kepada dokter keluarga kita. Hal ini penting karena beberapa sebab dari anemia dapat ditangani secara mudah dengan melakukan pola makan yang sehat dengan banyak mengandung zat besi, asam folat dan protein (Banyak terdapat pada daging berwarna merah, buah-buahan segar dan jus, sayuran hijau, kacang-kacangan dan sereal serta susu) atau pemberian suplemen makanan tetapi beberapa juga memerlukan penanganan yang serius sampai kepada kemoterapi dan tramsplantasi sumsum tulang. Tentunya dalam masalah ini komunikasi dengan dokter keluarga kita tadi sangat memegang peranan penting.


Leukimia dan anemia, apa hubungannya?

Mengenai leukimia atau penyakit kanker darah, sebenarnya kaitan dengan anemia adalah bahwa leukimia dapat menyebabkan terjadinya anemia. Leukimia adalah kanker pada jaringan yang memproduksi sel-sel darah yaitu jaringan sumsum tulang yang ditandai dengan peningkatan produksi dari sel darah putih yang sangat banyak (Produk sel darah putih yang dihasilkan dapat berfungsi baik atau tidak karen amemang terjadi gangguan pada pengaturan produksinya) dan juga turunya produksi sel darah merah yang sehat. Dengan sendirinya leukimia akan menimbulkan kondisi anemia. Dalam permasalahan leukimia ini, mau tidak mau orang terkait memerluka penanganan serius karena memang lekimia memiliki efek penyakit yang masif.


Anemia dan puasa, OK nggak?

Yang pasti, nggak OK dong! Kondisi puasa memerlukan modal dasar badan yang sehat dalam konteks kadar hemoglobin dalam darah atau jumlah sel darah merah yang sehat untuk dapat menunjang tubuh melaksanakan fungsinya secara optimal. Trus nggak puasa? Ya nggak juga. Seperti tadi telah dijelaskan, beberapa jenis dari anemia dapat ditatalaksana secara sederhana yaitu dengan memperbaiki pola konsumsi, disini yang saya maksud berkaitan erat dengan jenis makanan yang dimakan dan juga jumlahnya yang harus sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Untuk zat besi dan vitamin, sebenarnya kedua unsur ini tidak diperlukan tubuh dalam jumlah yang sangat banyak akan halnya karbohidrat, protein dan lemak. Insya 4JJI dalam aturan makan sehat yang kita sering dengar dengan 4 sehat 5 sempurna bagi kondisi tubuh normal sudah cukup memenuhi nilai gizi yang diperlukan tubuh sehari-hari. Dalam kasus ibu Dewi dimana sebelum puasa mengalami haid diikuti kemudian dengan tekanan darah turun dan anemis tentunya diperlukan sedikit tambahan (suplementasi makanan) untuk dapat menormalisir kondisi yang ada. Maksud saya tentunya memperbaiki keadaan anemia yang diderita ibu Dewi sebelumnya. Bagaimana caranya dan apa yang harus dijadikan bahan untuk suplemen makan secara umum aturannya tidak terlalu banyak berbeda dengan apa yang telah disebutkan sebagai bahan contoh yang kaya kandungan zat besi, vitamin dan protein yaitu daging merah, buah-buahan segar dan jus, sayuran hijau, kacang-kacangan, susu serta sereal. Selain itu monitoring keluahn dan juga kadar hemoglobin darah sebagai parameter penentu anemia sangat penting untuk dilakukan bersama dengan dokter keluarga yang dimiliki oleh ibu Dewi. Insya 4JJI hal ini akan dapat membantu ibu Dewi untuk berpuasa secara lebih khusyu karena kondisi badan yang lebih fit.

Semoga ibu Dewi diberikan kemudahan oleh 4JJI SWT dalammenggapai keutamaan Radhan kali ini dan semoga nikmat sehat selalu 4JJI berikan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan suci-Nya yang mulia.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan. Segala yang benar datangnya dari 4JII SWT dan segala kesalahan sumbernya semata karena keterbatasan pengetahuan hamba yang lemah ini.

Wallahu’alam bishowab

Wassalamualaykum wr wb

Susatyo JP